You are currently browsing the tag archive for the ‘klimaks’ tag.

Di alinea pertama, Penulis menggunakan “Jeremia”, bila kisah tersebut adalah kisah Penulis, Jeremia, mengapa tidak langsung menggunakan “aku” saja dari awal, dan menggambarkan konflik yang ada di benaknya? Alinea pertama ini sebenarnya sederhana namun menarik.

Lalu di alinea kedua menggunakan “kita” dan “saya” dan di alinea selanjutnya menggunakan “Anda” juga. Bila meneruskan menggunakan “aku” hingga akhir, akan lebih baik dan kuat, dan dapat membangun alur dari konflik ke konflik dengan baik hingga klimaks dan resolusi, tanpa kesan “menggurui” atau “berkhotbah”. Sehingga pesan utama bisa disampaikan ke hati Pembaca dengan lebih nyaman. :) … dan mengena.

– eva kristiaman

read more… in tulistulistulis

Advertisements

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 2,367 other followers

Blog Stats

  • 946 hits