You are currently browsing the category archive for the ‘To Mentiruran’ category.

Anak-anak yang dibawa adalah brefos, yaitu anak yang masih menyusu. Anak-anak kecil seperti itu sudah serendah mungkin, sepenuhnya bergantung pada ibu untuk bisa hidup. Mereka dibawa kepada Yesus untuk disentuh, yaitu, diberkati (bdk. Mrk 10:16).

Para murid tidak setuju (15b). Kata “memarahi” (epitimao) berarti menegor dengan keras untuk menghentikan sesuatu. Mengapa mereka keberatan tidak dijelaskan, tetapi jika kita berangkat dari 18:14b, mereka menganggap bahwa tidak pantas kalau Yesus berurusan dengan anak.

Apapun alasannya, Yesus sangat keberatan terhadap mereka (16). Dengan paralelisme yang tegas—“biarlah mereka datang…jangan menghalangi mereka”—Yesus mau menerima anak-anak itu. Justru anak-anak itu yang memiliki sifat anggota-anggota Kerajaan Allah. Implikasinya ialah bahwa cara masuk ke dalam Kerajaan Allah adalah menjadi seperti anak kecil itu.

Kata brefos tadi menarik karena menutup tafsiran yang merujuk pada kerendahanhati anak. Seorang bayi belum sampai sombong atau tidak, tetapi kerendahannya adalah sesuatu yang objektif. Pemungut cukai itu tidak berpura-pura menyesali dosanya, dia tidak berlagak sebagai orang yang rendah di hadapan Allah, tetapi dia sadar akan keadaannya yang sebenarnya.

– andrew buchanan

read more… in To Mentiruran

Advertisements

Lukas mau supaya kita menyambut kedatangan Kerajaan Allah dengan memusatkan perhatian kepada Yesus dan ajaran-Nya. Hal itu khususnya berlaku bagi yang giat dalam pelayanan tetapi terancam lupa akan apa yang pokok dalam pelayanan itu, dan malahan mau menyeret orang lain dari apa yang pokok itu. Marta menerima Yesus (a.38b), tetapi tanpa sengaja mau menghalangi saudaranya mendengarkan Yesus.

-andrew buchanan

read  more… in To Mentiruran

Bagi saya, hal itu sangat relevan, karena ada banyak hal dalam penggunaan persembahan yang sebenarnya pelik. Apakah diakonia mengikat persahabatan dengan orang miskin? Bagaimana? Gagasan tentang diakonia karitatif, reformatif dan transformatif adalah usaha untuk berdiakonia dengan cerdik (tetapi baru menjadi cerdik jika diterapkan). Apakah anggaran marturia (kesaksian) mendukung warga jemaat untuk mengikat persahabatan dengan orang yang belum mengenal Kristus? Terlalu banyak anggaran gereja akan mendukung keluhan Yesus dalam a.8b: tulus tetapi tumpul.

– andrew buchanan

read more… in To Mentiruran

 

Namun, perikop ini termasuk perikop yang membuat orang takut untuk konsisten pada pendekatan ekspositori. Tidak ada kata langsung bagi umat Allah, dan sebagian besar menceritakan—secara puitis lagi—kejadian perang. Apa gerangan kaitannya perikop ini dengan jemaat sekarang?

Penggalian Teks

Satu kunci dalam menghadapi perikop yang membingungkan adalah identifikasi jenis sastra. Perikop ini adalah semacam narasi (kisah). Dengan narasi, cara yang sering berguna adalah memilih satu tokoh di dalamnya. Jika makna tokoh itu bagi jemaat sekarang sudah ditemukan, penjelasan ulang isi perikop dan pemaknaannya bisa berjalan seiring.

-andrew buchanan

read more… in To Mentiruran

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 2,367 other followers

Blog Stats

  • 946 hits